“ MASYARAKAT CILEUNGSING BINGAH NU AYA “
Keberadaan daerah cileungsing pada ketinggian di atas aliran sungai citanduy membuat kesulitan mendapatkan sumber air. Jarak yang jauh dengan ketinggian daratan hampir 45°, resapan air sangat sedikit. Kalaupun membuat sumur, rata-rata masyarakat membuat sumur dengan kedalaman 15 m, belum biaya penggalian hampir Rp.50 ribu per meter.
Maka bisa dihitung biayanya sekitar Rp. 750 ribu. Belum biaya lain-lainnya. Sementara keberadaan masyarakat cileungsing dilihat dari segi perekonomian relatif rendah. Timana atuh abdi kang …??sakitu raripuhna nyumponan dapur.. Dulu ketika belum dibangun kami harus mengambil air bersih sangatlah jauh. kami harus hah heh hoh... kokoprot kesang turun naik daratan tebing. Maka dari itu dengan adanya pembuatan MCK, Sumur Bor dan Pipanisasi Air Bersih ke rumah-rumah warga, sangat terasa manfaatnya sampai saat ini.
“ abdi sadaya ngaraos bingah tiasa kabantosan pangdamelkeun ku program PNPM Mandiri Perkotaan, Nuhun nya PNPM.. Hiduplah PNPM.. mudah-mudahan langgeng, amiin” (SAPRUDIN, Ketua KSM Tirta Baru Rw 03)
Monitoring tim korkot (Ibu Nia dan Bp Cecep) didampingi fasilitator, tampak Bapak Kepala Desa Panyingkiran (Nana Bahrum) beserta para tokoh masyarakat, relawan dan BKM sedang asyik berbincang bincang mengevaluasi KSM Tirta Baru dalam kegiatan pembuatan MCK, Sumur Bor dan Pipanisasi Air Bersih untuk warga sekitar dimana total biaya nya sebesar Rp.39.000.000,- terdiri dari anggaran BLM PNPM sebesar Rp.28.640.000,- dan swadaya masyarakat sebesar Rp.11.360.000,-. Kegiatan seperti ini sering dilakukan dalam rangka menjalin komunikasi serta koordinasi yang berkesinambungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar